Pola Asuh Berlebih – 10 Tanda Red Flags Helicopter Parenting

Hi Moms, akhir-akhir ini ramai dibicarakan tentang pola asuh helikopter atau helicopter parenting. Pola asuh ini membiarkan orang tua terlibat terlalu jauh dalam kehidupan anak. Sehingga orangtua menjadi over-controlling (mengatur berlebihan), over-protecting (melindungi berlebihan), dan over-perfecting (berlebihan dalam pengasuhan untuk menyempurnakan anak).

Foto oleh Jep Gambardella dari Pexels

Berikut ini merupakan 10 red flags dalam pola asuh yang mengarah pada Helicopter Parenting :

  1. Mencegah anak untuk bereksplorasi dan mengembangkan kemampuannya. Misalnya, terlalu sering melarang anak untuk memanjat atau berlarian meskipun lingkungan aman untuk anak melakukan hal tersebut.
  2. Saat balita, orangtua selalu dekat dengan anak, mengajaknya bermain terus-terusan, dan mengarahkan setiap perilakunya. Sehingga tidak membiarkan anak punya waktunya sendiri.
  3. Memaksa anak untuk berada di sekolah yang terbaik, sehingga anak merasa terbebani karena hal tersebut tidak sesuai dengan kemampuannya.
  4. Ketika di sekolah, orangtua justru mengajari atau mengarahkan guru tentang bagaimana cara mendidik anak. Orangtua juga seringkali mengatur pergaulan dan teman-teman anaknya.
  5. Terlalu sering membantu anak dalam mengerjakan tugas sekolah.
  6. Melindungi anak dari kegagalan. Membantu atau menarik anak supaya anak tidak merasakan kegagalan.
  7. Mengerjakan sesuatu yang sebenarnya bisa dikerjakan sendiri oleh anak.
  8. Mempengaruhi anak untuk bekerja sesuai ambisi orangtua.
  9. Tidak mengizinkan anak membuat pilihannya sendiri.
  10. Menyelesaikan masalah anak dan tidak membiarkannya untuk mengatasi masalahnya sendiri.
Foto oleh Julia M Cameron dari Pexels

Pola asuh yang berlebihan tentunya akan memberikan dampak yang tidak baik dalam tumbuh kembang anak. Bukan hanya di masa sekarang, namun terkadang efek ini baru muncul dalam jangka panjang. Berikut adalah beberapa efek jangka panjang yang dapat ditimbulkan :

  • Menghambat kemampuan anak untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
  • Resiko masalah emosional dan pengendalian diri.
  • Rendahnya kepercayaan diri dan kurangnya harga diri anak karena anak menganggap orangtua tidak akan percaya dengan kemandirian anak.
  • Coping mechanism yang rendah sehingga anak tidak bisa mengatasi stress atau pengalaman traumatik.
  • Masalah kesehatan mental, yaitu meningkatkan depresi dan kecemasan.
  • Anak cenderung tidak mandiri karena kebutuhannya selalu terpenuhi dan selalu mendapatkan bantuan.
  • Agresivitas yang tinggi sebagai respon dari kontrol orangtua yang ekstrem.
Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels

Mengingat bahaya efek jangka panjang yang dapat ditimbulkan dari Helicopter Parenting, maka dari itu Moms dapat melakukan tindakan preventif dengan beberapa cara berikut ini :

  1. Pahami bahwa orangtua tidak bisa bertanggungjawab atas perilaku dan perasaan anak. Namun orangtua bertangggungjawab penuh terhadap apapun yang dikatakan dan dilakukannya sendiri.
  2. Jangan melakukan sesuatu yang bisa dilakukan sendiri oleh anak. Apabila anak membutuhkan bantuan tidak apa-apa untuk membantu seperlunya.
  3. Saat anak mengalami masalah, ajukan pertanyaan alih-alih langsung bergerak untuk membantu atau memperbaikinya. Misalnya Moms bisa menanyakan tentang apa yang diinginkan anak atau apa yang akan dilakukan anak untuk memperbaiki kesalahannya.
  4. Fasilitasi proses berpikir anak dengan mengajuukan pertanyaan. Moms tidak perlu ikut berpikir untuk segala permasalahan yang dialami oleh anak dan bagaimana cara menyelesaikannya.
  5. Biarkan anak membuat keputusan kecil untuk dirinya sendiri sejak usia dini. Ajari mereka unutk mendengarkan diri sendiri dan kebutuhan tubuhnya. Misalnya, apakah mereka kedinginan atau kepanasan, kelaparan atau kenyang, dll.
  6. Biarkan anak mengambil resiko atas apa yang dilakukannya. Apabila ia gagal, katakan bahwa kegagalan itu dapat membuatnya belajar lebih baik dikemudian hari. Tetap beri semangat dan dukungan positif atas usahanya ya!

Apabila Moms memiliki beberapa tanda dari Helicopter Parenting, maka Moms harus mulai belajar untuk memberikan batas personal antara orangtua dan juga anak. Ajari anak untuk memiliki otonomi dan tanggungjawab untuk dirinya sendiri sesuai dengan usianya. Memang tidak ada orangtua yang sempurna, namun memberikan pengasuhan yang terbaik untuk anak merupakan hal yang dapat dipelajari dan diupayakan oleh orangtua. Tetap semangat Moms hebat!

Simak tips parenting lainnya di Youtube Pelangi Center.

Ghea Rizki

Ghea R.

Bid the warmest greeting to lovely souls out there! IG : @ghrzk